Liputan07 | Kutacane – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan oleh prajurit TNI bersama masyarakat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (22/05/2026).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergitas antara TNI dan rakyat dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan gantung ini nantinya diharapkan mampu menjadi akses penghubung yang aman dan memadai bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial warga setempat.
Personel Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat tampak bahu-membahu melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan pembangunan jembatan. Mulai dari penggalian pondasi titik nol, pemasangan material konstruksi, hingga pengecoran pondasi tapak utama jembatan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan. Sebanyak 12 personel TNI diterjunkan untuk membantu percepatan pembangunan bersama masyarakat Desa Teger Miko. Meski harus bekerja di bawah terik matahari, semangat personel TNI dan warga tidak sedikit pun surut. Kekompakan dan kerja sama yang terjalin di lapangan menjadi gambaran kuatnya hubungan emosional antara aparat teritorial dengan masyarakat binaannya.
Di sela-sela pekerjaan, suasana penuh keakraban juga begitu terasa. Canda tawa antara Babinsa dan warga menghiasi setiap aktivitas pembangunan, menciptakan suasana harmonis yang mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat desa yang selalu hadir membantu mengatasi berbagai kesulitan warga.
Danposramil Lawe Sumur Pelda Ahmad Saan mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi yang lebih baik bagi warga di daerah pedalaman.
Menurutnya, selama ini masyarakat masih mengalami kesulitan ketika melintasi jalur penghubung, terutama saat musim hujan dan debit sungai meningkat. Dengan adanya jembatan gantung tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan lancar.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat membantu mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam membawa hasil pertanian, memperlancar akses ekonomi warga, serta memudahkan anak-anak menuju sekolah. Selain itu, kegiatan gotong royong seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” ujar Pelda Ahmad Saan.






