Liputan07 | Aceh Tengah – Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Minggu (1/03/2026), progres pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 20 persen dan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.
Jembatan tipe konvensional dengan panjang bentang 12 meter tersebut dibangun menggunakan material Bailey, yang dikenal memiliki kekuatan struktur tinggi, fleksibel, serta efektif dalam proses pemasangannya. Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Pengerjaan konstruksi dilaksanakan oleh delapan personel Satgas Gulbencal dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Satuan Zeni Angkatan Darat (Zidam). Para prajurit bekerja secara profesional dan terukur dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Di lapangan, setiap tahapan mulai dari persiapan fondasi, perakitan rangka baja, hingga penyesuaian struktur dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan hasil akhir yang kokoh dan aman digunakan.
Selain keterlibatan personel TNI, pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan, baik dalam penyediaan tenaga tambahan, pengangkutan material, maupun pekerjaan pendukung lainnya. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan.
Meskipun capaian saat ini baru mencapai 20 persen, seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para prajurit terus mengoptimalkan tenaga, waktu, serta koordinasi di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Pengawasan teknis juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.
Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga menitikberatkan pada kekuatan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang. Jembatan dirancang agar mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman, sehingga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna.
Adapun ruas jalan yang akan terhubung melalui jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang. Selama ini, akses di jalur tersebut kerap mengalami hambatan, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut sering memperlambat mobilitas warga, termasuk dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.






