Perkuat Peran Posyandu, Aceh Besar Fokus pada Penerapan 6 SPM dan Aktivasi 395 Posyandu Tidak Aktif

Dinas Kesehatan juga mendorong pengembangan Posyandu Remaja, yang di beberapa kecamatan dilakukan di sore hari agar sesuai dengan waktu luang kalangan remaja. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mencegah masalah remaja dan membentuk ruang konseling serta interaksi positif.

Dalam kaitannya dengan penanganan stunting, Aceh Besar masih menghadapi tantangan besar. Pengukuran tumbuh kembang di Posyandu harus dilakukan secara benar dengan alat ukur yang tepat dan kader yang terlatih agar data yang masuk ke aplikasi benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.

“Validitas data sangat penting. Kita butuh kader yang tidak hanya terlatih tapi juga tidak sering diganti. Jika terlalu sering diganti, ilmu dan keterampilan akan terputus,” tegas Neli.

Dinas Kesehatan Aceh Besar juga menyoroti pentingnya pengawasan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) karena pernah terjadi keluhan dari masyarakat akibat makanan yang tidak diawasi kualitasnya secara ketat.

Kegiatan yang diikuti oleh 66 peserta ini menjadi bagian penting dari langkah konsolidasi lintas sektor dan lintas program guna menyatukan strategi dan visi bersama dalam penguatan Posyandu ke depan.

“Kami berharap, kegiatan ini menjadi titik awal untuk mengaktifkan kembali seluruh Posyandu di Kabupaten Aceh Besar agar berfungsi optimal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkas Neli Ulfiati.()

Pos terkait