Produksi Minyak Berjalan, Warga Tanjung Seumantoh Menanti Pemulihan

Jalan Kampung Ikut Menjadi Perhatian

KELUHAN lain muncul dari kondisi jalan pada lintasan Kampung Paya Meta. Jalan tersebut, menurut warga, baru sekitar satu tahun selesai dibangun oleh pemerintah daerah.

Pantauan di lapangan pada Rabu (18/8/2026) memperlihatkan sejumlah bagian permukaan jalan mengalami kerusakan dan pengelupasan aspal.

Warga mengaitkan kerusakan itu dengan meningkatnya aktivitas kendaraan berat yang melintas untuk mendukung pekerjaan operasional, termasuk kendaraan pengangkut rig pengeboran dan ekskavator.

Kondisi tersebut masih perlu mendapat penjelasan teknis dari pihak terkait, terutama mengenai penyebab kerusakan dan kemungkinan langkah penanganannya.

Di sisi lain, kegiatan pengeboran di kawasan tersebut menunjukkan hasil produksi yang cukup signifikan. Pekerjaan yang melibatkan PT Asia Petrocom Service (APS) dan PT Tiga Musim Mas Jaya (TMMJ) disebut menghasilkan produksi sekitar 100 BOPD dari tiga sumur.

Perbedaan antara aktivitas produksi dan kondisi infrastruktur di sekitar lokasi inilah yang menjadi perhatian masyarakat.

Warga berharap perusahaan bersama pemerintah daerah dapat duduk bersama untuk memastikan penggunaan jalan dan fasilitas publik tetap memperhatikan daya dukung infrastruktur yang tersedia.

Kesempatan Kerja Lokal Dipertanyakan

PERSOALAN tenaga kerja juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Warga menyebut kesempatan kerja bagi pemuda setempat masih terbatas. Sebagian besar pekerjaan yang tersedia untuk masyarakat sekitar disebut berada pada pekerjaan pendukung atau pekerjaan kasar, seperti helper dan tenaga lapangan.

Jumlah tenaga kerja lokal yang dapat terserap juga disebut mengalami perubahan. Warga menginformasikan bahwa sebelumnya terdapat sekitar 15 orang dari setiap kawasan permukiman yang dapat bekerja, sedangkan belakangan jumlah tersebut disebut berada pada kisaran lima hingga enam orang per kampung.

Informasi lain yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya pekerja dari luar daerah yang mengisi sebagian pekerjaan lapangan.

Namun, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari perusahaan maupun vendor yang terlibat. Karena itu, persoalan penyerapan tenaga kerja lokal sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari evaluasi bersama, bukan sebagai tuduhan terhadap pihak tertentu.

Bagi masyarakat, transparansi mengenai mekanisme rekrutmen, jumlah kebutuhan tenaga kerja, serta kriteria pekerja menjadi penting agar tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan.

Menunggu Penjelasan Manajemen

KONFIRMASI telah dilakukan kepada Field Manager Pertamina EP Field Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, terkait persoalan lapangan olahraga, kondisi jalan, serta penyerapan tenaga kerja lokal. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Pos terkait