Liputan07 | Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa Posramil Darul Hasanah jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pengecoran pondasi tiang utama jembatan, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan masyarakat Desa Kuning Abadi. Keberadaan jembatan gantung perintis nantinya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini terkendala oleh kondisi akses transportasi yang terbatas.
Sejak pagi hari, personel Babinsa bersama warga telah berkumpul di lokasi pembangunan untuk melaksanakan berbagai pekerjaan, mulai dari pengangkutan material bangunan, pencampuran adukan semen, hingga proses pengecoran pondasi tiang utama yang menjadi struktur penopang utama jembatan. Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, di mana TNI dan masyarakat bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah demi mempercepat proses pembangunan.
Ketua pelaksana kegiatan, Serka Mulyono, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di daerah yang masih membutuhkan peningkatan sarana infrastruktur.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mempermudah akses menuju pusat ekonomi, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan sosial lainnya.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hari ini kami melaksanakan pengecoran pondasi tiang utama yang menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses pembangunan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengawal seluruh tahapan pekerjaan agar dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai harapan masyarakat,” ujar Serka Mulyono.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah dan TNI, tetapi juga sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Kuning Abadi menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.






