TNI Kebut Pemasangan Bronjong Jembatan Wih Percos Bener Meriah, Progres Capai 35 Persen

Liputan07 | Bener Meriah – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur terus digencarkan oleh TNI guna memulihkan akses transportasi masyarakat di Kabupaten Bener Meriah. Salah satu fokus kegiatan saat ini adalah pemasangan batu bronjong pada Jembatan Wih Percos yang terletak di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, yang terus dikebut pengerjaannya, Rabu (01/4/26).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) bersama personel Kodim 0119/Bener Meriah sebagai bagian dari langkah strategis dalam mendukung pemasangan jembatan Bailey. Pembangunan ini menjadi solusi penting, baik dalam jangka pendek maupun menengah, guna mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan jembatan.

Komandan Koramil 06/Bukit, Kapten Czi Aep Mukhran Halid, menjelaskan bahwa pemasangan batu bronjong merupakan tahap krusial dalam proses pembangunan, karena berfungsi sebagai struktur penahan sekaligus penguat pondasi jembatan Bailey yang akan dipasang di lokasi tersebut.

“Bronjong ini berperan sebagai penopang utama agar jembatan Bailey nantinya memiliki kekuatan dan stabilitas yang optimal, khususnya dalam menghadapi tekanan arus air serta kondisi tanah di sekitar lokasi yang cukup labil,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini progres pemasangan bronjong telah mencapai sekitar 35 persen. Meskipun masih dalam tahap awal, seluruh personel di lapangan terus bekerja maksimal guna mempercepat penyelesaian pekerjaan agar tahapan berikutnya dapat segera dilaksanakan.

“Progres sudah mencapai 35 persen. Kami terus mengoptimalkan pengerjaan di lapangan agar pemasangan jembatan Bailey dapat segera dilakukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca yang kurang bersahabat. Intensitas hujan yang cukup tinggi, khususnya pada sore hari, kerap mempengaruhi kondisi tanah dan debit air di sekitar lokasi, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dalam pengerjaan.

“Kendala cuaca memang menjadi tantangan tersendiri, namun tidak mengurangi semangat personel di lapangan. Dengan dedikasi dan kerja sama yang solid, pekerjaan tetap berjalan secara maksimal,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Wih Percos memiliki nilai strategis karena merupakan jalur vital penghubung antar kecamatan di wilayah Bener Meriah. Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat, baik dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya.

Dengan percepatan pengerjaan yang dilakukan TNI, diharapkan dalam waktu dekat jembatan tersebut dapat segera difungsikan kembali sehingga akses antar kecamatan menjadi lancar dan aktivitas masyarakat tidak lagi terkendala.

Pos terkait