Bupati Aceh Besar Tekankan Percepatan Pembebasan Lahan SPAM Regional

Liputan07 | BANDA ACEH — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Tahap Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kabupaten Aceh Besar—Kota Banda Aceh di Ruang Rapat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Gedung Utama Dinas Perkim Aceh, Banda Aceh, Selasa (2/9/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Bidang Tata Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat, Farhan, AP, Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar, SP, Kadis PUPR Aceh Besar Syahrial Amanullah, ST, Plt Kepala Pertanahan Aceh Besar Rahmadaniaty, S.Sos., MM, Kabag Hukum Setdakab Aceh Besar Rafzan Amin, SH., MM, Kepala BPN Aceh Besar Dr. Ramlan, SH., MH, serta tim asistensi Bupati. Turut hadir Camat Leupung Syamsir Alam, S.Sos., para mukim, dan ketua forum keuchik Kecamatan Leupung.

Dorong Perubahan Nama dan Solusi Waduk

Dalam rapat tersebut, Bupati Aceh Besar menekankan pentingnya percepatan pembebasan lahan agar proyek vital ini dapat segera terealisasi. Ia juga menyoroti persoalan penamaan proyek yang menurutnya tidak sesuai dengan lokasi pembangunan.

“Pembangunan SPAM ini berada di Aceh Besar, maka penamaannya harus jelas, yaitu SPAM Regional Aceh Besar-Banda Aceh, bukan sebaliknya. Ini soal marwah daerah. Nama itu harus segera diubah agar sesuai dengan letak pembangunan,” tegas Bupati.

Selain persoalan penamaan, Syech Muharram juga mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan semakin terbatas. Ia meminta semua pihak terkait untuk bergerak cepat agar anggaran yang sudah disiapkan tidak terancam dialihkan atau bahkan dikembalikan.

“Saya tidak ingin karena kelalaian kita, dana yang sudah dianggarkan justru hilang begitu saja. Waktu kita sangat sempit, maka pembebasan lahan ini harus segera dilakukan. Jangan ditunda-tunda lagi,” ujarnya.

Bupati juga meminta camat, mukim, dan para keuchik untuk lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa pembangunan SPAM adalah kepentingan bersama, terutama untuk menjamin ketersediaan air bersih yang selama ini masih terbatas di sejumlah wilayah.

“Saya minta kepada camat dan keuchik, pulang dari rapat ini langsung temui warga. Sampaikan bahwa pembebasan lahan ini untuk kepentingan kita semua. Air bersih adalah kebutuhan dasar, maka kita harus bekerja sama agar proyek ini berjalan lancar,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada SPAM, Bupati juga menyinggung pentingnya pembangunan waduk sebagai penampungan air. Selama ini, air dari pegunungan Aceh Besar langsung mengalir ke laut tanpa termanfaatkan secara optimal.

Pos terkait