Liputan07 | Aceh Selatan – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gampong Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari keenam penanganan, tim gabungan kembali bergerak menyisir kawasan yang masih mengeluarkan asap dan diduga menyimpan bara di bawah permukaan lahan, Rabu (2/9/2026).
Kali ini, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Plt. Kalaksa BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA, SE., MM., turun langsung ke lokasi untuk memimpin sekaligus memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan secara maksimal.
Keduanya tidak sekadar melakukan pemantauan dari luar kawasan terdampak. Dandim dan Plt. Kalaksa BPBD turut masuk ke area yang masih mengeluarkan asap dan berbaur bersama personel gabungan yang telah berjibaku menangani karhutla selama beberapa hari terakhir.
Dengan kondisi medan yang cukup sulit, keduanya ikut mengarahkan selang pemadam ke sejumlah titik yang masih terlihat mengeluarkan kepulan asap. Semprotan air difokuskan pada area yang diduga menjadi lokasi bara untuk mendinginkan permukaan sekaligus membasahi bagian lahan yang masih menyimpan panas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang berada di bawah permukaan benar-benar padam. Bara yang tidak terlihat dari permukaan dapat kembali menyala apabila kondisi lahan tetap panas dan kering, sehingga berpotensi memunculkan titik api baru serta memperluas area kebakaran.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis mengatakan, pihaknya mengerahkan sedikitnya 60 personel Kodim 0107/Aceh Selatan untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan tersebut.
“Sedikitnya 60 personel Kodim kita kerahkan untuk penanganan karhutla ini. Kekuatan tersebut ditambah personel dari Polsek, BPBD, TNG Leuser, Polhut serta masyarakat yang turut membantu di lapangan,” ujar Andrino.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan koordinasi seluruh unsur, terlebih kondisi medan yang dihadapi cukup menantang. Penyisiran harus dilakukan secara bertahap untuk menemukan titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun lokasi yang diduga menyimpan bara.
“Kita terus lakukan penyisiran dan pemadaman. Yang paling penting adalah memastikan bara di dalam lahan tidak kembali menyala, sehingga kebakaran tidak meluas,” katanya.
Selain pemadaman, tim gabungan juga melakukan pendinginan terhadap area yang sebelumnya telah berhasil ditangani. Upaya tersebut penting untuk memastikan panas yang masih tersimpan di dalam lahan dapat dikurangi sehingga tidak kembali memicu munculnya api.






