Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Akses menuju sejumlah titik kebakaran cukup sulit, sehingga personel harus bergerak secara hati-hati sambil membawa peralatan pemadaman dan selang menuju lokasi yang masih mengeluarkan asap.
Dalam situasi tersebut, pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada bagian permukaan. Petugas harus memastikan titik-titik yang mengeluarkan asap mendapatkan pembasahan dan pendinginan secara optimal untuk mencegah bara kembali berkembang menjadi api.
Memasuki hari keenam, kepulan asap masih terlihat di beberapa bagian lahan Gampong Ujung Mangki. Tim gabungan terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk melakukan penyisiran, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan.
Saat ini, sekitar 12 hektare lahan di Gampong Ujung Mangki masih dalam penanganan. Personel di lapangan terus berupaya mengendalikan kondisi agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.
Sebelumnya, tim gabungan juga telah melakukan penanganan karhutla di kawasan Gampong Drien, Kecamatan Bakongan. Penanganan di sejumlah lokasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran di wilayah Kecamatan Bakongan.
Penanganan karhutla di Ujung Mangki melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI melalui Kodim 0107/Aceh Selatan, Polri, BPBD Aceh Selatan, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Polhut hingga masyarakat.
Keterlibatan masyarakat turut menjadi bagian penting dalam penanganan. Selain membantu petugas di lapangan, masyarakat diharapkan ikut menjaga kawasan sekitar dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api baru.
Dandim menegaskan, personel gabungan akan terus melakukan penanganan hingga seluruh titik api dan bara benar-benar dinyatakan padam.
“Kita akan terus lakukan pemadaman dan pendinginan sampai titik api maupun bara benar-benar padam. Jangan sampai yang sudah kita padamkan kembali muncul,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kepulan asap atau titik api.
Sementara itu, masyarakat setempat mengapresiasi langkah cepat dan keseriusan tim gabungan dalam menangani karhutla yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Salah seorang warga, Zainal (50), mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, BPBD, TNGL, Polhut, dan masyarakat yang terus berada di lokasi untuk menangani kebakaran.
“Kami sebagai masyarakat tentu sangat mengapresiasi tim yang sudah bekerja sejak awal sampai sekarang. Apalagi Dandim dan pihak BPBD turun langsung ke lokasi. Ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran memang serius dan tidak hanya dilakukan dengan pemantauan dari jauh,” ujar Zainal.






