Ia berharap seluruh titik yang masih mengeluarkan asap dapat segera ditangani sehingga tidak kembali menimbulkan kebakaran.
“Kami berharap semua bara bisa benar-benar padam dan tidak muncul lagi titik api. Kami juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga lahan dan tidak melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan kebakaran,” tambahnya.
Hingga Rabu sore, personel gabungan masih melakukan penyisiran, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan di sejumlah titik. Setiap bagian lahan yang masih mengeluarkan asap menjadi prioritas untuk segera ditangani.
Tim juga terus memantau kawasan yang telah dipadamkan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan karena bara yang tersisa di bawah permukaan masih berpotensi menjadi sumber kebakaran baru.
Dandim 0107/Aceh Selatan bersama Plt. Kalaksa BPBD Aceh Selatan memastikan penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi kawasan benar-benar aman dan seluruh potensi titik api dapat dikendalikan.
Sinergi TNI, Polri, BPBD, TNGL, Polhut, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam penanganan karhutla di Ujung Mangki. Upaya terpadu tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas sekaligus memastikan kawasan yang terdampak dapat segera dinyatakan aman dari potensi munculnya kembali api.
Bagi tim gabungan, memadamkan api yang terlihat bukan menjadi satu-satunya tujuan. Memastikan bara yang tersisa benar-benar padam dan tidak kembali berkembang menjadi titik api merupakan bagian penting dari penanganan karhutla secara menyeluruh.






